ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > SAHABAT NABI > Pemeluk Islam Awal > Abu Dzar al ghifari

 
 
 
 
 
 
 
 

Abu Dzar al ghifari

 

 
ABU DZAR AL GHIFARI (w. 32 H)
 
    Nabi Muhammad pernah berkata: “ Tidak ada orang yang paling benar tutur katanya daripada Abu Dzar.”
 
     Salah seorang sahabat Nabi yang terkenal ketokohannya dalam bidang kesederhanaan (zuhud), dan oposisi terhadap pemerintahan yang dzalim. Ia termasuk yang mula-mula masuk Islam, diurutan ke-5.
      Nama: Jundab bin Junadah bin Sufyan bin Ubayd Al Ghifari, dan terkenal dengan nama Abu Dzar. Ia berasal dari suku Ghiffar, yang dikenal sebagai penyamun (perampok) pada masa sebelum datangnya Islam. Ia memeluk Islam dengan sukarela. Ia mendatangi Nabi Muhammad ke Mekah dan mengikrarkan diri masuk Islam. Setelah masuk Islam, ia berkeliling Mekah untuk meneriakan bahwa ia seorang muslim, hingga ia dipukuli oleh orangorang Quraisy. Atas bantuan dari Abbas bin Abdul Muthalib, ia dibebaskan darti pengeroyokan.
    Abu Dzar kemudian ditugaskan oleh Rasulullah untuk mengajarkan Islam kepada kabilahnya. Dia pulang kampung halamannya dan berhasil mengislamkan hampir seluruh kabilahnya. Kabilah Ghifar dan Aslam masuk Islam berkat jasa Abu Dzar, diantaranya: Ali Al Ghiffari, Anis Al Ghiffari, Ramlah al Ghiffariyah dan lain-lain.
     Ia meninggal sendirian dalam pengasingan di Rubadzah pada tahun 32 H, diasingkan di era pemerintahan Utsman bin Affan. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi :” Semoga Allah mengasihi Abu Dzar, ia berjalan sendirian, ia meninggal sendirian, dan ia akan dibangkitkan pada hari kiamat nanti sendirian. “
 
Peran
    Nabi pernah berkata sebelum ia meninggal, “ Abu Dzar akan tetap sama sepanjang hidupnya. Dia tidak akan berubah walaupun aku meninggal nantinya.”
     Abu Dzar adalah pribadi yang konsisten, yang sederhana dan sangat saleh. Seumur hidupnya ia mencela sikap hidup kaum kapitalis, terutama pada masa khalifah Utsman bin Affan. Ia dikenal karena kegigihannya dalam mempertahankan sikap egalite Islam. Kesetiannya pada penafsirannya mengenai ayat kanz (tentang pemusatan kekayaan) menimbulkan pertentangan pada masa pemerintahan Utsman.
    Ia menentang keras ide menumpuk harta kekayaan dan menganggapnya sebagai bertentangan dengan semangat Islam.
     Al Bukhary dan Muslim meriwayatkan 281 hadits Nabi dari Abu Dzar.

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda