ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM INDONESIA > Politisi ex. Masyumi > Misbah, KH.,

 
 
 
 
 
 
 
 

Misbah, KH.,

 
MISHBAH KH., (1914-1998 M)
 
      Aktifis Masyumi dan kemudian menjadi ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jawa Timur.
     Lahir di desa Baturetno Tuban Jawa Timur pada 16 Juni 1914 M. Pendidikannya di mulai di Madrasah al Ulumul Islamiyah (5 tahun) kemudian pindah ke madarasah Al Hidayah Tuban hingga Aliyah. Lalu melanjutkan ke pesantren Maqom Agung Tuban dibawah bimbingan: KH. M. Basyar, KH. Murtadla, KH. Abdurrahman, KH. M. Sholeh, dan KH. Fathurrahman Kafrawi (seorang lulusan Al Azhar dan mantan mentri agama (1946-1947))
    Pada saat perag kemerdekaan, ia terlibat aktif secara fisik. Ia merupakan mantan wakil ketua sumukacau Bojonegro dan merangkap anggota PETA dan kemudian bergabung dengan laskar Hizbullah dan Fi Sabilillah. Di samping itu ia aktif di PSII (partai Syarikat Islam indonesia), menjadi ketua Masyumi cabang Bojonegoro.
      Dan ketika Masyumi dibubarkan, ia turun dalam gelanggang politik, dan selanjutnya aktif di DDII (Dewan Da’wah Islam Indonesia) bersama M. Natsir, dan menjadi ketua DDII Jatim.
     Dalam kariernya, ia pernah bertugas sebagai koordinator urusan agama se-eks keresidenan Bojonegoro, pernah menjadi kepala wilayah departemen agama Jawa Timur. Dan sejak tahun 1985 hingga meninggal (1998) ia menjadi ketua MUI Jawa timur.
 
Pribadi dan Pemikiran
     Mishbah adalah seorang yang teguh dalam memgang prinsip, tetapi luwes ketika bergaul. Pada kasus jilbab, ketika di Jawa timur ada beberapa siswi sekolah negeri yang dikeluarkan gara-gara berjilbab. Ia menyatakan dengan tegas bahwa jilbab bagi muslimah hukumnya wajib, karena itu pemerintah wajib menghormatinya. Dan ketika pemilu 1992, saat itu PPP (partai persatuan pembangunan) yang dianggap refresentasi partai islam, kendati ia bukan aktifis Islam, tyapi menyerukan kepada umat Islam agar memilihnya.
    Dalam beroplitik ia berpesan kepada generasi muda Islam: ”Berpolitiklah kalian, sebab kalau tidak, umat Islam akan dipolitiki pihak lain.”

 

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda